PerihalOlahraga – Madura United akan melakoni laga kandang melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan. Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi skuad Laskar Sape Kerrab karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun klub yang ke-10.
Tiga poin menjadi target utama Madura United sebagai bentuk persembahan kepada suporter Madura Bersatu. Kemenangan di laga tersebut diharapkan mampu menambah semarak perayaan satu dekade perjalanan klub.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, menegaskan bahwa pertandingan ini memiliki arti penting dalam sejarah klub. Ia menyebut seluruh pemain telah menyadari tanggung jawab besar yang diemban pada laga tersebut.
“Besok adalah hari yang besar bagi sejarah klub dan presiden kita. Kami punya tanggung jawab, dan semua pemain menyadari hal itu. Kami akan melakukan yang terbaik untuk memberikan kado kepada para penggemar,” ujar Carlos Parreira.
Meski harus tampil tanpa salah satu pemain andalan di lini belakang, Jorge Mendonca, Carlos memastikan kondisi tim tetap siap dan tidak mengalami kendala signifikan. Ia menegaskan persiapan telah dilakukan secara matang dan terperinci.
“Persiapan untuk pertandingan ini sangat detail. Pemain yang akan tampil juga sangat percaya diri,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Madura United, Jordy, menilai laga kontra PSIM Yogyakarta sebagai momentum penting untuk bangkit setelah hasil kurang maksimal pada pertandingan sebelumnya. Ia menegaskan tim tetap optimistis menghadapi kekuatan lawan.
“Kami tahu mereka memiliki lima pemain yang bagus. Tapi kami juga punya kualitas. Kami percaya dengan taktik pelatih dan sangat yakin bisa meraih tiga poin,” ungkap Jordy.
Pada pertandingan sebelumnya, Madura United harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya, hasil yang menjadi motivasi tambahan bagi Laskar Sape Kerrab untuk tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.