Mahasiswa KKN dan DLH Sumenep Hadirkan Tempat Sampah Terpilah di Desa Campor Timur

2 Min Read
2 Min Read

PerihalPendidikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja Tahun 2025 berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menghadirkan tempat sampah terpilah organik dan nonorganik di Desa Campor Timur sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara tepat sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa. Penyediaan tempat sampah terpilah di sejumlah titik strategis diharapkan mampu membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Koordinator mahasiswa KKN Desa Campor Timur menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi isu lingkungan yang memerlukan perhatian dan keterlibatan bersama. Melalui kolaborasi dengan DLH Kabupaten Sumenep, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang bersifat edukatif dan berkelanjutan.

“Tempat sampah organik dan nonorganik ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembuangan, tetapi juga sebagai media edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan desa,” ujarnya.

Selain pemasangan fasilitas, mahasiswa KKN juga melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah serta dampaknya terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik dapat dikelola kembali atau didaur ulang.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep mengapresiasi inisiatif dan peran aktif mahasiswa KKN Universitas Wiraraja dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat desa dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Desa Campor Timur diharapkan dapat menjadi contoh desa yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus mampu membangun budaya sadar sampah demi keberlanjutan desa di masa mendatang.

Share This Article