
PerihalPendidikan – Universitas Bahaudin Mudhary Madura (Uniba Madura) kembali dihadapkan pada dinamika internal setelah seorang pelapor yang akrab disapa Toha mengajukan laporan resmi terkait dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang dilakukan oleh salah satu oknum panitia sekaligus duta kampus dalam penyelenggaraan Pemilihan Duta Kampus Uniba Madura.
Dalam laporan tersebut, Toha menyebut bahwa oknum panitia diduga melakukan penarikan sanksi sebesar Rp50.000 kepada mahasiswa yang tidak berpartisipasi dalam proses pendaftaran. Penarikan itu, menurutnya, dilakukan secara manipulatif dengan mengatasnamakan “perintah dari rektor”. Toha menilai dalih tersebut digunakan untuk memberi tekanan kepada mahasiswa agar mengikuti permintaan oknum tersebut.
Pihak Rektor Uniba Madura telah mengeluarkan klarifikasi resmi bahwa tidak pernah ada instruksi mengenai penarikan sanksi atau pungutan dalam bentuk apa pun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa nama rektorat telah disalahgunakan dalam aktivitas di luar kendali institusi.
Sebagai respons, Senat Uniba Madura bersama jajaran pimpinan kampus mengambil langkah tegas dengan membekukan SK Panitia Duta Kampus. Langkah ini ditempuh untuk mengamankan integritas proses pemilihan, sekaligus memastikan seluruh kegiatan kemahasiswaan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Keputusan pembekuan juga didasarkan pada fakta bahwa ketua pelaksana tengah menjalani proses sidang etik internal.
Pihak kampus menegaskan bahwa proses penyelidikan internal masih berlangsung dan dilaksanakan secara objektif, transparan, serta berlandaskan regulasi akademik yang berlaku di Uniba Madura. Kampus juga mengimbau mahasiswa tetap menjaga kondusivitas dan segera melapor bila menemukan dugaan pelanggaran etik.
Toha menilai langkah senat dan pimpinan kampus sebagai keputusan paling tepat untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan memastikan proses pemilihan berlangsung kredibel.
“Pada pukul 01.00 WIB siang tadi, kami telah menjalani sidang yang dilaksanakan Senat Uniba Madura demi kepastian hukum bagi mahasiswa. Kami siap menerima apa pun keputusan yang akan ditetapkan. Kami yakin keputusan tersebut adalah yang terbaik,” ujar Toha.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Senat dan jajaran internal Uniba Madura atas respons cepat dan fasilitasi penuh terhadap laporan yang ia ajukan.