PerihalPendidikan – Komisaris PT Sumekar, Muhammad Romli, menegaskan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi tidak menjamin kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, dalam pembekalan yudisium Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Rabu (1/4/2026). Ia mendorong lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Di hadapan ratusan peserta, Muhammad Romli yang juga menjabat sebagai Plt Direktur Utama PT Sumekar (Perseroda) menekankan bahwa dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar capaian akademik.
“IPK itu penting, tapi bukan segalanya. Dunia kerja butuh orang yang bisa beradaptasi, punya keterampilan, dan mampu menyelesaikan masalah,” ujar Muhammad Romli.
Ia menyebut, perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat tantangan dunia kerja semakin kompleks, sehingga lulusan dituntut memiliki kemampuan praktis serta pola pikir kreatif, tidak hanya mengandalkan teori yang diperoleh selama perkuliahan.
Selain itu, Muhammad Romli juga menyoroti potensi besar sektor ekonomi kreatif sebagai peluang di tengah ketatnya persaingan kerja. Menurutnya, generasi muda memiliki keunggulan dalam akses teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi bernilai ekonomi.
“Ekonomi kreatif ini peluang besar. Anak muda sekarang punya akses teknologi, tinggal bagaimana dimanfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang bernilai,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan lulusan perguruan tinggi. Orientasi sebagai pencari kerja dinilai perlu diubah menjadi pencipta lapangan kerja.
“Jangan hanya berpikir bagaimana diterima kerja, tapi bagaimana bisa membuka lapangan kerja. Itu yang lebih penting,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Muhammad Romli berharap lulusan Fakultas Teknik UTM memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri, seiring dinamika ekonomi yang terus berkembang.