FORMAKA Gelar Seminar Pendidikan 2026 di Kangayan

2 Min Read
2 Min Read

PerihalPendidikan Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) menggelar Seminar Pendidikan 2026 bertajuk Fondasi Transisi Kehidupan: Pembentukan Karakter dan Orientasi Masa Depan. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Kangayan dan diikuti oleh pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kecamatan Kangayan.

Seminar tersebut menjadi bagian dari komitmen FORMAKA dalam menghadirkan ruang edukatif bagi generasi muda, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi fase transisi penting kehidupan, baik dari aspek akademik, pembentukan karakter, maupun perencanaan masa depan.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, aparat keamanan, serta akademisi dan praktisi pendidikan. Hadir sebagai narasumber Camat Kangayan Nurullah, S.H., M.H.Kapolsek Kangayan IPTU Willy Amrul, S.H., M.H.Ahmad Sayuti, S.Pd., Gr. sebagai keynote speaker, serta Baharuddin, S.Pd., M.Psisebagai narasumber utama.

Dalam keterangannya, Pengurus Departemen Pendidikan FORMAKA, Salman Alfarisi, menyampaikan bahwa seminar ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kritis, karakter, dan tanggung jawab sosial peserta didik.

“Generasi muda Kepulauan Kangean perlu dipersiapkan secara matang agar mampu berdaya saing, berintegritas, serta memiliki orientasi hidup yang jelas di tengah keterbatasan geografis dan akses,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar Pendidikan 2026, Iip Surianto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret FORMAKA dalam menjembatani kebutuhan edukasi pelajar dengan realitas sosial yang dihadapi di wilayah kepulauan.

“Kami berharap seminar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta serta memperkuat ekosistem pendidikan di Kecamatan Kangayan,” katanya.

Melalui Seminar Pendidikan 2026, FORMAKA menegaskan peran aktifnya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya bergerak di bidang advokasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah Kepulauan Kangean.

Share This Article