PMII UNIBA Madura Gelar Aksi di Disbudporapar Sumenep, Soroti Lemahnya Pengawasan THM dan Gagalnya Pengelolaan Pariwisata

2 Min Read
2 Min Read

PerihalDaerah – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Senin (29/12/2026). Aksi yang diikuti puluhan massa ini menuntut akuntabilitas kebijakan, transparansi kinerja, serta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sektor pariwisata daerah.

Dalam aksi tersebut, massa PMII menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Disbudporapar Kabupaten Sumenep yang dinilai lalai menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, dan penegakan regulasi, khususnya terhadap keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Sumenep.

Koordinator Lapangan aksi, M. Wakil, menegaskan bahwa Kepala Disbudporapar dinilai gagal menjalankan kewenangan secara tegas dan bertanggung jawab.

“Kami menilai Kepala Dinas Disbudporapar lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, hingga pemberian sanksi. Bahkan untuk sekadar merekomendasikan penutupan THM yang bermasalah pun tidak ada ketegasan. Ini menunjukkan lemahnya komitmen dalam menjaga tata kelola pariwisata yang sehat dan beretika,” tegas Akil dalam orasinya.

Selain persoalan THM, PMII UNIBA Madura juga menyoroti pengelolaan destinasi wisata binaan pemerintah daerah yang dinilai gagal total, seperti Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan kawasan Keraton Sumenep. Hingga kini, destinasi tersebut dinilai minim inovasi, tidak mengalami peningkatan fasilitas yang signifikan, serta stagnan dalam pengembangan kualitas layanan.

Menurut Akil, kegagalan tersebut tidak hanya tercermin dari kondisi fisik destinasi, tetapi juga dari rendahnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep yang dinilai tidak pernah mencapai target.

Aksi demonstrasi sempat diwarnai diskusi dan debat hangat antara massa PMII dengan Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep beserta jajarannya. Namun, dialog tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun terkait tuntutan yang disampaikan. Situasi semakin memanas ketika Kepala Dinas dan jajarannya memilih kembali masuk ke dalam kantor tanpa memberikan kejelasan komitmen tindak lanjut.

Sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan atas sikap tersebut, massa PMII melakukan aksi bakar ban di depan Kantor Disbudporapar Kabupaten Sumenep.

PMII UNIBA Madura menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan keras kepada Disbudporapar Kabupaten Sumenep. Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Share This Article