Kemah Hijau Sumenep Libatkan 70 Pelajar dan Mahasiswa, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis

2 Min Read
2 Min Read

PerihalDaerah – Sebanyak 70 pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan Kemah Hijau yang digelar di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu–Minggu (13–14/12/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep.

Kemah Hijau diikuti peserta dari 10 lembaga pendidikan, yang terdiri atas tiga perguruan tinggi, dua SMA, dan lima SMP. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali berbagai materi praktis, di antaranya pengolahan sampah organik menggunakan maggot, pembuatan ecobrick dari sampah plastik, serta pemahaman tentang peran strategis masyarakat dan institusi pendidikan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga terlibat langsung dalam aksi nyata berupa pembersihan kawasan pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan ini menjadi upaya konkret dalam menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus membangun kepedulian sejak usia pelajar dan mahasiswa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., menegaskan bahwa Kemah Hijau memiliki nilai edukatif yang penting bagi generasi muda.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan merawat lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep, Moh. Ramdani, menyampaikan bahwa Kemah Hijau menjadi ruang pembelajaran yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.

“Kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda. Peserta tidak hanya diajarkan cara mengolah sampah agar bernilai ekonomis, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar,” jelasnya.

Melalui Kemah Hijau, kolaborasi antara DLH dan Gerakan Pramuka diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan lingkungan di kalangan pelajar dan mahasiswa, sekaligus mendorong praktik pengelolaan sampah yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Share This Article